Home » Sekjen Kemendagri Mengajak ASN Kawal Demokrasi Demi Merajut Persatuan Pasca Pemilu 2024

Sekjen Kemendagri Mengajak ASN Kawal Demokrasi Demi Merajut Persatuan Pasca Pemilu 2024

Dalam Webinar Series 9 KORPRI Menyapa (KOMEN), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bersama mengawal demokrasi demi merajut persatuan pasca-Pemilu 2024. Sesuai Undang-Undang (UU) ASN, dia tekankan soal netralitas dan imparsialitas ASN di dalam politik praktis.

“Tema kita hari ini, kita berkata tentang demokrasi, tentang penentuan umum. Kalau kita menyaksikan berasal dari awal maka waktu Indonesia sbobet parlay didirikan, pendiri negara itu bersidang berhari-hari, berbulan-bulan, dan waktu yang paling panjang mereka pakai untuk mengulas banyak hal. Ada dua perihal yang terlalu panjang yakni wujud negara dan basic negara,” kata Suhajar waktu jadi keynote speaker terhadap Webinar Series 9 KORPRI Menyapa (KOMEN) bersama tema “ASN Dewasa Berdemokrasi, Merajut Persatuan Pasca-Pemilu” yang digelar secara hybrid berasal dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Suhajar melanjutkan, tujuan bernegara yang tercantum di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 di antaranya untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan itu, wajib ada pemerintahan atau organisasi yang menjalankan, terhitung memilih pemimpin-pemimpin yang dipilih secara demokratis melalui Pemilu.

Dia menambahkan, untuk masuk ke di dalam politik, rakyat mengorganisasikan diri bersama cara membentuk partai. Fungsi partai politik (parpol) yakni jadi jembatan penghubung pada rakyat yang berdaulat bersama pemerintah yang mengemban amanah kekuasaan. Kemudian, partai buat persiapan orang untuk dicalonkan sebagai pemimpin. Parpol terhitung wajib mobilisasi tugas utamanya untuk edukatif rakyat agar cerdas di dalam berpolitik.

“Semakin memperkuat ini, di dalam makna kata melahirkan parpol yang kuat dan benar. Karena itu tugas parpol itu ada dua paling tidak, jika menurut saya sedikitnya dua tugas utamanya. Pertama, tugas edukatif rakyat agar cerdas, karena itulah kita berupaya mengatakan bahwa parpol ini wajib disempurnakan anggarannya untuk pendidikan politik rakyat,” ungkapnya.

Di segi lain, Suhajar di dalam kesempatan itu terhitung menyinggung tentang kepemimpinan generasi milenial di kalangan ASN hari ini. Dirinya mendorong agar generasi milenial mampu memimpin bersama cara-cara yang baru. Sebab, menurutnya, waktu ini rakyat dambakan cara-cara pemerintahan dan service publik yang sesuai impuls zaman.

Ia mewanti-wanti, jangan sampai pemerintahan terjebak terhadap kenyamanan generasi baby boomers atau generasi X yang tengah memimpin hari ini.

“Saya tetap berpesan kepada generasi saya, baby boomers dan generasi X agar memberi area yang luas kepada generasi milenial dan generasi Z untuk memainkan peran di dalam penciptaan upaya-upaya inovasi service dan sebagainya di dalam pemerintahan,” ujarnya.

admin4

Kembali ke atas