Home » Profesor Ini Pakai Game “Zelda” Untuk Mengajar Kuliah

Profesor Ini Pakai Game “Zelda” Untuk Mengajar Kuliah

Video game biasanya dimainkan sebagai keliru satu cara untuk melepas penat. Namun, bagi seorang pengajar yang kreatif, game juga dapat menjadi alat pembelajaran.

Ryan Sochol, dosen bergelar profesor di situs slot server kamboja University of Maryland, Amerika Serikat, manfaatkan game untuk mempermudah sistem pembelajaran mata kuliah desain mesin yang ia ajarkan.

Sochol manfaatkan keliru satu game yang paling terkenal di Nintendo Switch, yaitu The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom. Bahkan, mata kuliah yang ia ajar mempunyai nama mirip game tersebut, yakni “The Legend of Zelda: A Link to Machine Design”.

The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom merupakan game petualangan terbaru dari waralaba (franchise) The Legend of Zelda yang dirilis pada 12 Mei lalu.

Game ini utamanya menceritakan perihal misi penyelamatan putri “Princess Zelda” oleh karakter utama “Link”, dan ia harus membasmi musuh yang bernama “Demon King” sebelum saat dapat menyelamatkan putri tersebut.

Baca juga:

Kreator PUBG Garap Game Calon Pesaing The Sims, Tawarkan Visual Lebih Realistis Berkat Unreal Ungine 5

7 Game Online Populer Tahun 2023, Nomor 1 Ada Siapa?

Dalam menjalankan misinya, Link dapat manfaatkan perangkat canggih yang bernama Zonai. Perangkat ini dapat digunakan untuk berbagai hal, juga membuat konstruksi mesin dan kendaraan baru untuk keperluan eksplorasi.

Fitur Zonai inilah yang dapat menjadi menginspirasi Sochol untuk mengakses mata kuliah berdasarkan game The Legend of Zelda.

Fitur di dalam game The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom yang dipakai di sistem pembelajaran kuliah di UMD.UMD.edu Fitur di dalam game The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom yang dipakai di sistem pembelajaran kuliah di UMD.

Sochol sendiri mengatakan bahwa game ini ia menentukan untuk aktivitas studi di kampusnya gara-gara mempunyai segi dan teori yang mirip bersama dengan perangkat lunak (software) desain mesin lainnya yang berbasis computer-aided design (CAD).

“Ketika saya bermain game ini, saya tak mengerti bahwa saya manfaatkan pengetahuan saya yang biasa diajarkan di perkuliahan, khususnya di tampilan game disaat mengkonstruksi suatu mesin, hingga mekanisme game untuk merancang kendaraan yang memadai canggih,” kata Sochol dalam pengakuan resminya.

“Semakin lama saya bermain game The Legend of Zelda: Tears of Kingdom, saya merasa bahwa game ini dapat tawarkan pembelajaran unik mengenai desain mesin kepada mahasiswa. Oleh gara-gara itu, saya menentukan game ini di mata kuliah yang saja ajar,” tambah Sochol.

Mata kuliah The Legend of Zelda: A Link to Machine Design, yang juga ke dalam jurusan Teknik Mesin di UMD, akan mengajari mahasiswa untuk merancang, membuat purwarupa, sekaligus menjajal bervariasi mesin, kendaraan, atau robot yang mereka buat.

Proses pembelajaran ini akan mengandalkan sebagian fitur dan elemen di dalam game The Legend of Zelda: Tears of Kingdom, keliru satunya fitur untuk membuat konstruksi mesin hingga kendaraan baru untuk menjelajah dunia di dalam game.

Suasana pembelajaran di UMD di mata kuliah Sochol bersama dengan game Zelda.UMD.edu Suasana pembelajaran di UMD di mata kuliah Sochol bersama dengan game Zelda.

Selain itu, target dipakainya game Zelda ini adalah untuk membuat mahasiswa tak suntuk mempelajari mata kuliah yang sedang diikuti, dan juga ringan untuk mempraktikkan apa yang sudah mereka dapat lewat tampilan visual dari game itu sendiri.

Lalu jika diamati dari segi biaya, game ini, menurut Sochol, juga dipakai sebagai alternatif yang lebih tidak mahal dari pemakaian software CAD yang membutuhkan lisensi bersama dengan kisaran pembiayaan meraih ribuan dollar AS atau kurang lebih belasan juta rupiah per tahun.

Nah, mata kuliah The Legend of Zelda: A Link to Machine Design ini diajarkan oleh Sochol dan sudah dibuka sejak perkuliahan di awal semester musim gugur (Fall) AS tahun ini, alias kurang lebih September lalu.

admin3

Kembali ke atas